Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

1.415 Balita Stunting di Maros Terima BPJS Kesehatan Gratis

banner 120x600
banner 468x60

Maros — Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memastikan sebanyak 1.415 balita yang terdata mengalami stunting mendapatkan jaminan BPJS Kesehatan gratis. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat layanan kesehatan dasar sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di daerah tersebut.

1.415 Balita Stunting di Maros Dapat BPJS Gratis - Tribun-timur.com
1.415 Balita Stunting di Maros Terima BPJS Kesehatan Gratis

Kepala Dinas Sosial Maros, A. Zulkifli Riswan Akbar, mengatakan seluruh balita penerima manfaat telah masuk dalam skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung oleh pemerintah.

banner 325x300

“Kami memastikan balita stunting dari keluarga kurang mampu sudah tercover BPJS Kesehatan. Ini adalah langkah penting untuk memastikan mereka mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya,” ujar Zulkifli, Senin (9/12/2025).

Perkuat Akses Layanan Kesehatan Balita

Menurut Zulkifli, jaminan BPJS Kesehatan ini memungkinkan balita stunting memperoleh layanan medis secara berkelanjutan, mulai dari pemeriksaan rutin, pengobatan, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bila dibutuhkan.

Baca Juga : Buruh Maros Usulkan Kenaikan 10 Persen, UMK 2026 Masih Tunggu Kepastian Provinsi

Dengan adanya BPJS gratis, orang tua balita tidak lagi khawatir terhadap biaya saat harus membawa anaknya berobat ke puskesmas maupun rumah sakit.

“Stunting tidak cukup ditangani dengan intervensi gizi saja. Akses terhadap layanan kesehatan juga sangat menentukan. Karena itu, kami memastikan mereka dilindungi melalui BPJS,” jelasnya.

Sinergi dengan Program Penanganan Stunting

Kebijakan ini juga terintegrasi dengan berbagai program penanganan stunting yang dijalankan Pemkab Maros, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi bagi orang tua, hingga pendampingan oleh tenaga kesehatan.

Data Dinas Kesehatan Maros mencatat, ribuan balita stunting tersebut tersebar di seluruh kecamatan, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah dengan tingkat kerawanan sosial dan ekonomi tinggi.

Zulkifli menegaskan, pendataan penerima BPJS dilakukan secara ketat agar bantuan tepat sasaran.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, desa, dan pendamping PKH untuk memastikan seluruh balita yang benar-benar membutuhkan masuk dalam data penerima,” katanya.

Target Penurunan Stunting

Pemkab Maros menargetkan penurunan signifikan angka stunting dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan penguatan intervensi kesehatan dan sosial. Selain BPJS gratis, pemerintah daerah juga mendorong perbaikan sanitasi, pemenuhan air bersih, serta ketahanan pangan keluarga.

“Penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, tidak bisa berdiri sendiri. BPJS gratis ini adalah salah satu instrumen penting agar anak-anak kita tumbuh sehat dan mendapat layanan yang layak,” tegas Zulkifli.

Hingga akhir 2025, Pemkab Maros juga terus melakukan pembaruan data balita stunting untuk memastikan seluruh anak yang membutuhkan tetap terlayani melalui program jaminan kesehatan tersebut.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *