Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

7 Ribu KK di Maros Krisis Air Bersih, Pemkab Diminta Turun Tangan Cepat

banner 120x600
banner 468x60

Maros – Sebanyak 7 ribu kepala keluarga (KK) di sembilan desa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tengah menghadapi krisis air bersih yang kian parah dalam beberapa pekan terakhir. Musim kemarau panjang yang melanda wilayah ini menyebabkan debit air menurun drastis, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh kebutuhan dasar sehari-hari.

Krisis Air di Maros Membawa Rezeki Bagi Pedagang Air Tangki Halaman 1 -  Kompasiana.com
7 Ribu KK di Maros Krisis Air Bersih, Pemkab Diminta Turun Tangan Cepat

Sejumlah desa yang terdampak meliputi wilayah pedesaan yang selama ini mengandalkan sumber air tanah maupun sumur bor. Namun, akibat kemarau berkepanjangan, sebagian besar sumur warga mengering. Warga terpaksa menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih atau mengantre di titik distribusi yang terbatas.

banner 325x300

Salah seorang warga Desa Tukamasea mengaku harus berjalan hampir satu kilometer hanya untuk mengambil air. “Kami biasa menimba dari sumur dekat rumah, tapi sekarang sudah kering. Untuk mandi dan mencuci, kami harus hemat sekali,” ungkapnya.

Baca Juga : Alwyldan Mustahir Soroti Gondola di Tompobulu, Minta Pemkab Maros Bangun Jembatan

Kondisi ini membuat masyarakat semakin khawatir, mengingat kebutuhan air tidak hanya untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk menjaga kebersihan serta kesehatan. Potensi munculnya penyakit akibat kurangnya sanitasi pun mulai dikhawatirkan.

Pemerintah Kabupaten Maros melalui BPBD dan Dinas Sosial telah melakukan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah desa terdampak. Meski demikian, jumlah pasokan dianggap belum mencukupi, mengingat skala kebutuhan yang sangat besar.

Kepala BPBD Maros menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk PDAM dan pemerintah provinsi, agar suplai air bersih bisa diperbanyak. “Kami sudah siagakan beberapa armada tangki. Namun, karena cakupannya luas, kami berharap ada tambahan bantuan dari pemerintah provinsi maupun pihak swasta,” jelasnya.

Ribuan Warga Antre Air di Musim Kemarau

Selain itu, pemerintah desa setempat juga mengimbau warga untuk melakukan penghematan air serta menjaga kebersihan lingkungan, sembari menunggu penanganan jangka panjang berupa pembangunan sumber air alternatif.

Krisis air bersih di Maros menjadi peringatan serius tentang kerentanan masyarakat pedesaan terhadap dampak perubahan iklim. Banyak pihak mendorong agar pemerintah segera merumuskan solusi permanen, seperti pembangunan embung, penampungan air hujan, serta jaringan pipa yang lebih merata.

Dengan jumlah warga terdampak yang mencapai ribuan, penanganan darurat perlu segera diperkuat, agar krisis ini tidak menimbulkan dampak kesehatan dan sosial yang lebih luas di Kabupaten Maros.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *