Maros – Tower Pamsimas ambruk di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Menara penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat itu sebelumnya berdiri sejak tahun 2023. Kejadian tersebut langsung mengundang perhatian warga karena menara berfungsi sebagai penyangga utama distribusi air bersih di wilayah itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-09-maros-1.jpg)
Warga setempat melihat tower Pamsimas tiba-tiba roboh tanpa tanda peringatan. Suara benturan keras mengejutkan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Beruntung, warga tidak melaporkan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan yang muncul hampir merata pada struktur menara dan instalasi pendukungnya.
Program Pamsimas bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat pedesaan. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta untuk pembangunan tower tersebut. Setelah kejadian ini, warga langsung mempertanyakan kualitas konstruksi dan pengawasan proyek. Mereka menilai menara seharusnya mampu bertahan lebih lama karena usia bangunan baru dua tahun.
Pemerintah desa segera mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi tower Pamsimas yang ambruk. Aparat desa mendata kerusakan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi distribusi air sementara bagi warga. Sebagian warga kini harus mengambil air dari sumber alternatif karena jaringan utama tidak lagi berfungsi.
Baca Juga : Warga Bontoa Maros Curhat Jalan Rusak Bertahun-tahun, Desak Pemerintah Turun Tangan
Sejumlah tokoh masyarakat meminta pemerintah daerah turun tangan menyelidiki penyebab robohnya tower tersebut. Mereka mendesak pihak berwenang mengusut dugaan kelalaian dalam proses pembangunan serta memastikan tanggung jawab kontraktor pelaksana.
Tower Pamsimas ambruk ini juga memicu kekhawatiran warga terhadap keselamatan infrastruktur lain yang dibangun melalui program serupa. Masyarakat berharap pemerintah meningkatkan pengawasan proyek agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah lain.
Hingga saat ini, pihak terkait masih mengumpulkan informasi teknis mengenai penyebab keruntuhan. Pemerintah daerah berjanji menindaklanjuti laporan warga serta memastikan pemulihan layanan air bersih berlangsung secepat mungkin.


















